Razia Satpol PP Telan Korban Pengamen
cemopakaputih. Warta Kota
Diduga menghindari kejaran aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang melakukan razia, dua pengamen Jalanan yakni Muhamad Faisal (17) dan Rini (12) tertabrak truk bermuatan tanah di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih. Jakarta Pusat. Senin (1/3) sekitar pukul 10.30. Faisal tewas seketika dengan kepala remuk, sedangkan Rini mengalami luka berat di kepala serta punggung dan langsung dilarikan ke RS Kartika.
Dari identitas yang ada di kantong celananya diketahui Faisal adalah warga Desa Kamasan, RT 04/05. Banjaran, Bandung, Jawa Barat. Sopir truk bernama Asep (35) dan kernetnya, Sapuji (29) Juga mengalami luka serius karena truk yang mereka kendarai terguling setelah menabrak pembatas Jalan saat berusaha menghindari kedua pengamen yang tiba-tiba menyeberang Jalan Itu. Keduanya sempat tergencet di dalam ruang kemudi truk sekitar 15 menit sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RS Pertamina Jaya, Cempakaputih. Jakarta Pusat.
Menurut Ida (22). saksi mata, truk bermuatan tanah bernomor polisi B 9830 MF itu sudah membanting setir menghindar dari kedua pengamen yang berlari melintas di depan mereka. Namun truk itu tetap menyeruduk dua pengamen Jalanan yang berlari ketakutan menghindari razia Satpol PP itu.Firman (26), pengendara motor yang saat kejadian sedang melintas, mengatakan saat itu ia melihat puluhan pengamen Jalanan berlarian dl bawah Jalan tol dari Tanjungpriok ke arah Cawang."Saya sedang naik motor ke arah Tanjungpriok saat enam pengamen berlarian karena dikejar mobil Satpol PP. saya lalu berhenti." katanya.
Menurut Firman, ketika para pengamen lainnya terus berlari. dua orang pengamen Jitu berusaha menyeberang Jalan. Rupanya mereka tidak melihat kalau ada truk tanah yang bermuatan penuh dan melaju kencang di sebelah kanan, keduanya pun tertabrak." katanya. Firman mengatakan, di dalam kendaraan yang mengejar para pengamen hanya terlihat dua personel Satpol PP saja.Razia yang menelan korban Jiwa Itu diduga dilakukan anggota Satpol PP dari wilayah Jakarta Pusat. Namun Kepala Kantor Satpol PP Jakarta Pusat Idris Priatna membantahnya. "Kami konsentrasi membantu pengamanan demo yang katanya besar-besaran." tuturnya, (bam)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar