Kamis, 31 Desember 2009
CERPEN PEBRUARI
Oleh: T. Sandi Situmorang
DI bawah pohon asam, di pinggiran jalan, Niko duduk bersandar. Ada
lembam biru di bawah mata sebelah kirinya. Meski tidak begitu sakit,
tapi masih terasa nyeri juga. Sesekali Niko menghela napas sambil
menatap kendaraan yang lalu lalang di depannya.
Matahari memanggang, tepat di atas ubun-ubun. Tetapi Niko tidak merasa
panas karena sedang berteduh di bawah pohon asam rimbun. Niko belum
ingin pulang. Dia tidak mau melihat wajah Tasya sedih kalau ia tahu
Niko tidak jadi membelikannya sepatu baru.
"Dari mana aku bisa mendapatkan uang lagi?" tanya Niko dalam hati.
Di depannya berhenti sebuah mobil mewah. Seorang lelaki sebaya ayahnya
turun dari dalam. Lalu masuk ke dalam sebuah toko kue. Niko
memperhatikan lelaki itu sambil berandai-andai, andai saja lelaki itu
adalah ayahnya, pasti hidupnya tidak sepahit sekarang ini.
Tidak lama lelaki itu keluar dari dalam toko, menenteng kantongan
plastik berisi kue-kue. Ketika akan masuk ke dalam mobil, Niko melihat
sesuatu terjatuh dari saku celananya.
"Om! Om! Ada yang jatuh, tuh!" teriak Niko dari tempatnya duduk sambil
menunjuk-nunjuk.
Lelaki itu menoleh pada Niko dan mengambil sesuatu yang terjatuh itu.
Ia berjalan mendekati Niko.
"Terima kasih, ya! Kalau tidak, pasti Om sudah kehilangan hape ini."
"Sama-sama, Om," sahut Niko dan membalas senyum ramah lelaki itu.
"Kenapa wajahmu itu?"
"Dipukul orang, Om."
"Dipukul bagaimana?"
"Dipukul sama preman-preman di dekat pasar. Tadi mereka meminta paksa
uang hasil penjualan barang bekasku. Karena aku nggak mau, mereka
memukulku dan merampas uang itu."
"Kasihan sekali kamu, seharusnya kamu kasih saja. Daripada kamu
dipukul seperti ini."
"Aku sudah janji sama adikku, uang itu akan aku belikan sepatu buat
dia. Dia belum punya sepatu, tahun ini dia mulai masuk sekolah."
Lelaki itu menatap Niko dengan lekat. Dia kagum dengan Niko, masih
kecil tapi sudah bertanggung jawab dengan adiknya.
"Sekarang kamu ngapain di sini?,".
"Aku nggak mau pulang, Om. Aku nggak tega melihat wajah adikku sedih,
kalau dia tahu uang itu dirampas sama preman-preman."
Lelaki itu terdiam. Dia menatap jam yang melilit pergelangan tangan
kirinya. Ah, masih ada waktu, pikirnya.
"Kamu mau kalau Om belikan sepatu baru untuk adikmu itu?"
Niko menatap dengan mata berbinar. Tetapi sebentar saja. Niko jadi
berpikir, baik sekali orang ini? Pasti ada maunya.
"Om serius?"
"Tentu saja. Sebagai ucapan terima kasih, Om, karena kamu sudah
memberitahukan hape Om yang terjatuh tadi."
Niko diam sambil menatap lelaki itu. Sepertinya dia orang baik-baik, pikir Niko.
"Ayo!" lelaki itu mengajaknya lagi.
Niko mengangguk. Setelah memasukkan kantongan plastik yang ditenteng
lelaki itu ke dalam mobil, mereka berjalan di jajaran toko-toko itu.
Mereka masuk ke dalam sebuah toko sepatu.
"Berapa usia adikmu?"
"Enam tahun, Om. Perempuan."
"Kalau begitu, silakan pilih sendiri. Kamu pasti lebih tahu ukurannya."
Niko menatap sepatu-sepatu yang dipajang pada etalase. Dia tertarik
dengan sebuah sepatu berwarna hitam, sepertinya sepatu itu pas untuk
Tasya. Niko "menelan ludah" sendiri ketika melihat harga yang menempel
pada sepatu itu. Aduh, mahal sekali.
"Kamu mau sepatu itu?" tanya lelaki itu.
"Mahal, Om. Yang lain saja."
"Mbak, tolong bungkuskan sepatu itu," kata lelaki itu kepada pelayan.
"Tapi, Om."
"Nggak apa-apa. Sepatu itu nggak mahal, kok. Masih harga normal."
"Terima kasih, Om!"
"Sekarang, pilih sepatu untukmu sendiri."
Niko terkaget mendengar ucapan lelaki itu. Baik sekali dia. Dia
belikan sepatu untuk Tasya saja, Niko sudah senang luar biasa,
sekarang ditawari sepatu untuknya juga.
"Kebetulan Om baru dapat rezeki, jadi nggak apa-apalah kalo rezeki itu
Om bagi juga sama kamu."
Niko tersenyum senang. Matanya berbinar-binar menatap sepatu yang
dipajang itu. Semua bagus menurutnya. Setidaknya bila dibandingkan
sepatunya yang sudah berlubang di rumah.
Ah, hanya gara-gara memberitahukan hape yang terjatuh, aku mendapat
rezeki seperti durian runtuh. Ternyata memang enak berbuat kebaikan,
pikir Niko dalam hati.
DONGENG PEBRUARI
Malam itu langit tak secerah biasanya. Bintang-bintang bersembunyi
entah di mana. Ludi berjalan cepat-cepat karena ingin segera istirahat
setibanya di rumah.Matanya sudah mengantuk, tetapi ia harus berjalan
kira-kira dua kilometer lagi. Perjalanannya harus ditempuhnya melewati
hutan kecil. Ludi baru saja menghadiri kenduri sahabatnya di desa
seberang.
Akhirnya sampai jualah Ludi di desanya. Beberapa langkah sebelum
memasuki pekarangan rumahnya, Ludi tertegun. Seseorang sedang
mengamati rumahnya. Gerak-geriknya amat mencurigakan. Ludi pun
bersembunyi di balik pohon. Dengan mengendap-endap, Ludi berusaha
mendekati rumahnya untuk memastikan wajah orang yang mencurigakan itu.
Laki-laki yang berwajah tampan, kurus, dan tidak terlalu tua itu
tiba-tiba menangis. Diusap-usapnya air matanya dengan punggung
tangannya.
"Ya, Tuhan, aku sungguh tak ingin melakukan perbuatan yang nista ini,
tetapi apa boleh buat..." kata laki-laki itu dengan lirih. Suasana
yang amat hening membuat pendengaran Ludi menjadi lebih tajam. la
mendengar kata-kata dari laki-laki tersebut. Keinginan memberi tahu
peronda mengenai laki-¬laki yang mencurigakan di rumahnya akhirnya
diurungkan. Laki-laki itu kembali menangis. Ludi pun mengerti,
laki-laki itu berniat mencuri barang miliknya di dalam rumah untuk
keperluan yang mendesak. Mungkin laki-laki itu tak mempunyai pilihan
lain. Ludi merasa kasihan.
"Hai, kau mau membongkar jendela rumah ya?" taya Ludi. Laki-laki itu
terkejut dengan kehadiran Ludi yang tiba-tiba.
"Jangan khawatir. Aku adalah temanmu. Kebetulan penghuninya sedang
pergi. Ayo kita masuk ke dalam bersama-sama," lanjut Ludi.
"Ba.. bagaimana kau tahu rumah ini tak berpenghuni?" tanya laki-laki itu gugup.
"Aku memergokinya di jalan tadi. Ia baru saja pergi. Kita harus kerja
cepat sebelum penghuninya kembali," jelas Ludi. Laki-laki itu menuruti
kata-kata Ludi. Mereka merusak jendela rumah Ludi.
"A.. apakah ka.. kau sering melakukan hal ini?" tanya laki-laki itu
setelah memperoleh uang bagiannya yang berasal dari lemari Ludi.
"Sering!" jawab Ludi. "Kau?.."
"Baru sekali ini. Aku merasa gugup sekah dan merasa amat berdosa,"
jawab laki-laki itu. "Pasti ada penyebabnya." tebak Ludi.
"Ya. Ibuku sakit keras. Hidupku sendiri pas¬pasan bersama anak dan
istriku. Aku meminjam uang kepada rentenir untuk biaya kesembuhan
ibuku, tetapi uangnya habis di meja judi sebelum ibuku berobat,"
sambung laki-laki itu. .
"Kau berjudi?" tanya Ludi heran. "Istriku. la senang main judi. Ketika
itu kemenangan demi kemenangan disabetnya. Tetapi sial, judi terakhir
ia kalah, padahal istriku yakin akan menang lagi sehingga dapat
membayar hutangku pada rentenir itu beserta bunganya," laki-laki itu
menghentikan ceritanya dan mulai menangis sedih.
, "Sudahlah, sekarang pulanglah mumpung pemilik rumah ini belum
datang. Mudah-mudahan ibumu segera sembuh," kata Ludi. "Oya, bolehkah
kapan-kapan aku menengok ibumu?"
"Tentu saja boleh! Aku pulang dulu. Kenapa kau masih di situ? Tidakkah
kau juga ingin segera pulang?" tanya Pak Sarot, nama laki-laki itu.
"Sebentar aku mau menghitung uang ini. Pulanglah kau dulu, jangan
khawatirkan aku," tukas Ludi. Pak Sarot pun menurut, la segera melesat
dan menghilang di kegelapan malam. Ludi segera memperbaiki jendelanya
dan berniat untuk tidak membicarakan hal yang baru saja terjadi pada
siapa pun.
Malam itu Ludi terus memikirkan Pak Sarot. Alangkah malangnya
laki-laki itu. Untung saja Ludi tidak segera memberitahu peronda,
kalau tidak, tentulah nasib Pak Sarot lebih buruk lagi.
Paginya Ludi bangunnya agak kesiangan. Tetapi, dia harus tetap pergi
ke pasar, menjaga kiosnya yang berisi barang dagangan kebutuhan
sehari-hari. Setiap hari ada saja yang belanja di kiosnya sampai
siang. Sesudah itu kios pun ditutup. Biasanya Ludi pulang, memasak,
dan beristirahat. Tetapi kali ini ada rencana lain di benak Ludi. la
ingin mencari pencaharian lebih seusai menjaga kiosnya. Uangnya akan
diberikan pada Pak Sarot agar Pak Sarot tidak terlalu lama dililit
hutang.
Mula-mula Ludi membantu mengecat rumah Pak Ahmad, tetangganya.
Kemudian ikut melaut, mencari ikan bersama Pak Sudin, bahkan ikut
membantu di dapur Bu Parjo waktu Beliau mengadakan se!amatan kelahiran
cucu pertamanya. Apa saja Ludi mau mengerjakannya asal ia mendapat
upah. Sesudah lumayan jumlah uang yang terkumpul, Ludi pun pergi ke
rumah Pak Sarot. Pak Sarot merasa gembira bisa bertemu dengan Ludi
kembali.
"Aku lupa menanyakan rumahmu tempo hari, jadi tak tahu harus mencarimu
ke mana untuk mengucapkan terima kasihku. Ibuku sudah sembuh. Istriku
pun sudah tidak pernah main judi lagi. Kini mereka sedang diladang,"
sambut Pal Sarot.
"Jadi mereka di ladang! Bapak sendiri di rumah. Apa yang Bapak
kerjakan di rumah?" tanya Ludi.
"Aku sedang tidak enak bMan dari kemarin. Sebenarnya tidak enak juga
membiarkan istri d ibuku bekerja di ladang. Tetapi kami harus
bagaimana lagi, kami harus membayar bunga hutangku pada rentenir,"
jawab Pak Sarot, "Hutang yang dulu itu belum lunas, jadi kami harus
membayar bunganya tiap bulan."
Ludi merogoh dompetnya dan mengangsurk beberapa lembar uang pada Pak Sarot.
"tni buat Pak Sarot. Terimalah. Mudah¬mudahan hutang Bapak jadi
berkurang ..." Pak Sarot membelalakkan matanya. "Tidak ... tidak ...,"
katanya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku tak mai membuat
kesalahan lagi. Aku tak mau menerirr uang haram darimu ...."
"Siapa bilang ini uang haram," tukas Ludi. "A memperolehnya dengan
kerja keras. Aku tak pernah mengotori hidupku dengan cara nista untuk
memperoleh uang haram."
"Tapi ... kau sering mencuri barang orang laii Itu kan katamu dulu!
Kita memasuki rumah orai meskipun aku begitu gugup. Sedang kau ... kat
tenang-tenang saja karena kau sudah biasa melakukan perbuatan buruk
seperti itu," tuduh Pak Sarot.
"Kenapa aku meski gugup membongkar rumahku sendiri?" tanya Ludi sambil
tersenyun Ludi pun menceritakan hal yang sebenarnya kepada Pak Sarot.
Perlahan-lahan wajah Pak Sarot memucat. "Ja.. jadi kau kemari hendak
menangkapku' tanya Pak Sarot ketakutan. '
"Tentu saja tidak. Aku justru hendak menolc Bapak. Kalau aku berniat
menangkap Bapak, waktu Pak Sarot membongkar rumahkulah saatnya yang
tepat," sahut Ludi.
"Ma.. maafkan kesalahanku padamu, Ludi. hampir tak percaya di dunia
ini masih ada orai sebaik dirimu," tukas Pak Sarot.
"Berterima kasihlah pada Tuhan, Pak. Say, hanya sebagai perantara
saja," jawab Ludi sa tersenyum.
Rabu, 30 Desember 2009
siapa dia gus dur
Siapa dia
MENGENANG GUS DUR
Kiai Haji Abdurrahman Wahid yang sering dikenal dengan nama Gus Dur adalah salah satu tokoh nasional yang banyak mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Cucu ulama besar KH Hasyim Asy'ari tersebut pernah menjabat Ketua Nahdlatul Ulama (NU). Gus Dur pula yang mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di era reformasi.
Dari Jombang
Gus Dur meninggal dunia, Rabu (30/12/2009), sekitar pukul 18.45 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah sempat dirawat beberapa hari dan menjalani cuci darah. Gus Dur meninggalkan seorang istri Shinta Nuriyah dan empat orang anak masing-masing Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zanuba Arifah, Anita Hayatunnufus, dan Inayah.
Perjalanan hidupnya dimulai di Jombang, Jawa Timur, tempat kelahirannya pada 4 Agustus 1940. Ia menjalani pendidikan sekolah dasar di Jakarta sejak tahun 1953 dan melanjutkan ke SMEP di Yogayakarta tahun 1956. Kemudian, Gus Dur melanjutkan pendidikan di pesantren Tambakberas Jombang pada tahun 1963. Gus Dur juga sempat mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar, Department of Higher Islamic and Arabic Studies, Kairo dan Fakultas Sastra, Universitas Baghdad, Irak pada tahun 1970 namun tak sempat menyelesaikan.
Selepas itu, Gus Dur berkarir menjadi guru dan dosen selama bertahun-tahun. Gus Dur menjadi Guru Madrasah Mu'allimat, Jombang (1959 - 1963), Dosen Universitas Hasyim Asyhari, Jombang (1972-1974), Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asyhari, Jombang dan (1972-1974).
Kemudian Gus Dur juga aktif di pesantren menjadi Sekretaris Pesantren Tebuireng, Jombang (1974 - 1979) dan menjadi konsultan di berbagai lembaga dan departemen pemerintahan pada tahun 1976. Selanjutnya, Gus Dur menjadi pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta sejak tahun 1976 hingga sekarang.
Dari Nahdlatul Ulama Hingga Presiden
Di organisasi Nahdlatul Ulama, Gus Dur menjadi anggota Syuriah Nahdlatul Ulama tahun 1979- 1984. Ia juga menjabat Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk empat periode. Masing-masing 1984-1989, 1989-1994, dan1994 - 1999, dan 2000-2005.
Sementara di bidang pemerintahan, Gus Dur pernah duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif. Ia menjadi anggota MPR dari utusan golongan selama dua periode. Masing-masing periode 1987-1992 dan 1999-2004. Karir politik tertinggi menjadi Presiden RI selama 2 tahun 1999-2001.
Tokoh Kerukunan Umat Beragama
Gus Dur dikenal sebagai tokoh kerukunan umat beragama bahkan cukup kontroversial karena menjadi anggota Dewan Pendiri Shimon Peres Peace Center, Tel Aviv, Israel. Ia pernah menjadi Wakil Ketua Kelompok Tiga Agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi yang di bentuk di Universitas Al Kala, Spanyol, Pendiri Forum 2000 (Organisisasi yang mementingkan Hubungan Antaragama). Ia juga pernha menjabat Ketua Dewan Internasional Konferensi Dunia bagi Agama dan Perdamaian (World Conference on Religion and Peace-WCRP), Italia tahun 1994.
Gus Dur juga pernah Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Dewan Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) periode 1983-1985. Meski mengalami penurunan kemampuan melihat, Gus Dur dikenal masih suka membaca melalui suido book bahkan sampai menjelang akhir hayatnya. Ia juga dikenal produktif menulis artikel dan buku.
Penghargaan
Gus Dur juga banyak mendapat penghargaan seperti gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Jawaharlal Nehru, India, Bintang Tanda Jasa Kelas 1, Bidang Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dari Pemerintah Mesir, Pin Penghargaan Keluarga Berencana dari Perhimpunan Keluarga Berencana I, Ramon Magsaysay, Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI BJ Habibie, Gelar Doktor Honoris Causa, Bidang Perdamaian dari Soka University Jepang ( 2000 ), Global Tolerance Award dari Friends of the United Nations, New York ( 2003 ), World Peace Prize Award dari World Peace Prize Awarding Council (WPPAC), Seoul, Korea Selatan ( 2003 ), Presiden World Headquarters on Non-Violence Peace Movement ( 2003 ), Penghargaan dari Simon Wiethemtal Center, Amerika Serikat ( 2008 ), Penghargaan dari Mebal Valor, Amerika Serikat (2008), Penghargaan dan kehormatan dari Temple University, Philadelphia, Amerika Serikat, yang memakai namanya untuk penghargaan terhadap studi dan pengkajian kerukunan antarumat beragama, Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study (2008).
kiat
Kiat
Trik Memilih Film
1. Pilih Film Original.
Film original selalu punya nilai plus lebih ketimbang barang bajakan. Misal kualitas gambar, sound, dan subtitle yang semuanya jaminan mutu.
2. Siap Nonton
Nonton film tanpa siap untuk menikmati jadi nggak asyik. Terutama film yang jalan ceritanya membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti film drama, film detektif, dan lain-lain.
3. Pertimbankan Genre Film
Kan tiap-tiap orang genre favorit masing-masing. Nah , minimal kamu punya ancang-ancang sebelum nonton/minjem film.
4. Film Bagus Tidak Mengenal New Release
”Hah baru nonton film A? Kemana aja kamu?! Saya dong sudah nonton duluan....”. Terus kenapa? Ini hanya masalah waktu. Film baru tidak sedikit yang kualitasnya kurang. Kita kan mencari kualitas bukan tanggal release. Jadi tidak usah takut atau minder buat nonton film-film lama.
5. Perhatikan Studionya
Maksud studio disini itu seperti WB (Warner Bros.), Disney, 21th Century Fox, Unversal Studio, Columbia, Paramount, Dreamworks, dan masih banyak lagi. Kenapa? Karena setiap studio pasti punya standar masing-masing untuk milih cerita, sutradara sampai cast-castnya. Hampir bisa dijamin kalau studionya oke, , filmnya juga oke!
6. Perhatikan Sutradara
Soalnya biasanya seorang sutradara masing2 punya ciri khas di setiap film2nya. Banyak banget sutradara yang sudah terjamin di bidang dan spesialisasinya. Misalnya, Steven Spielberg, Jerry Bruckheimer, Tim Burton, John Woo, M. Night Shyamalan, dan lain-lain.
7. Pilih Berdasarkan Pemain/Cast
Karena biasanya sang pemain pasti punya standar masing-masing untuk milih naskah cerita. Dan biasanya mereka juga memiliki idealisme film yang ingin dimainkannya.
kabar
KABAR
Jajanan Mengandung Bahan Berbahaya
Jajanan anak yang dijajakan di sekolah dasar (SD) di Yogyakarta banyak mengandung bahan kimia, sehingga membahayakan kesehatan, kata Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Endang Koesnadi.
"Sebanyak 26 jenis jajanan anak sekolah dari 130 sampel yang diuji BPPOM DIY tidak memenuhi syarat, karena mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan di antaranya rhodamin B, formalin, dan boraks," katanya.
Bahan-bahan kimia tersebut jika sering dikonsumsi dalam jangka lama dapat menyebabkan karsinogen yang dapat memicu timbulnya berbagai penyakit, di antaranya kanker. Jajanan yang mengandung rhodamin B terdapat pada arum manis dan sirup, sedangkan mi basah mengandung formalin. Untuk jajanan cilok banyak yang mengandung boraks.
Ia mengatakan, hasil itu didapat selama dua minggu terakhir sejak 2 Desember 2009. Itu pun baru dilakukan di 40 SD, belum seluruh sekolah yang ada di kota dan kabupaten di DIY.
"Kami melakukan inspeksi mendadak dengan menggunakan mobil laboratorium keliling ke sekolah-sekolah. Saat itu juga kami mengambil sampel makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya dan langsung diuji di mobil laboratorium," katanya.
antara news
Biennale Anak Tampilkan Ratusan Karya Seni
Biennale Anak 2010 menampilkan ratusan karya seni berupa lukisan, patung, dan video yang dihasilkan anak-anak dan dimeriahkan karnaval yang diikuti 15 kelompok.
Pembukaan acara pada tanggal15 Januari 2010 dibuka oleh GKR Hemas di Taman Budaya Yogyakarta. Direktur Biennale Anak 2010, Yuswantoro Adi, di Yogyakarta, mengatakan, kegiatan itu juga disemarakkan pasar dolanan. Di pasar dolanan itu siapa saja boleh menonton bioskop, membeli barang mainan atau apa saja dengan syarat mereka harus menukarkan uang sungguhan ke uang khusus yang disebut uang dolan.
"Kursnya Rp1.000 setara dengan satu uang dolan dan panitia menyediakan counter khusus penukaran uang. Bagi pengunjung yang akan melakukan transaksi harus memakai uang dolan," katanya.
Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan film anak-anak bermutu di antaranya karya Garin Nugroho berjudul Anak Seribu Pulau dan beberapa film anak lain.
"Harga tiket untuk menyaksikan film tersebut tidak mahal, sekitar 10 uang dolan," katanya.Ia mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia itu cukup menarik bagi anak-anak.
Pelaksanaan Biennale Anak 2010 yang semula dijadwalkan dimulai pada 2 Januari 2010 terpaksa ditunda menjadi 15 Januari 2010 dan berakhir pada 26 Januari 2010.
Kegiatan seni bagi anak itu direncanakan digelar setiap dua tahun untuk memberikan ruang berekspresi bagi anak-anak dan wahana untuk memperoleh hiburan.
Antara news
Menneg PPPA Prihatin Kasus Penelantaran Anak
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PPPA), Ny Linda Agum Gumelar mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus penelantaran anak oleh orang tuanya.
"Tentunya saya prihatin dengan adanya kasus tersebut," kata Linda Agum Gumelar, ketika mengunjungi Panti Asuhan Fathul Khoir, untuk melihat empat orang anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya, di Cimanggis, Depok, Jabar.
Seperti diberitakan media massa empat anak, Windi Novianti (8), Rizki Zaelani (3), Rina Damayanti (2) dan Siti Rahma Romadhoni (3 bulan), telah ditelantarkan kedua orangtuanya, Yanti dan Dadan di rumah kontrakan mereka di Rt 1 Rw 03 Kelurahan Sukamaju, Sukmajaya, Depok. Keempat anak tersebut hidup selama berhari-hari dari belas kasihan tetangganya. Ironisnya, seorang anak mereka dalam keadaan sakit panas saat ditemukan sang pemilik kontrakan. Selama berhari-hari keempat anak tersebut diasuh bergantian oleh para tetangga yang merasa iba. Edi bersama warga lainnya pun akhirnya menitipkan Windi dan ketiga adiknya ke Panti Asuhan Fathul Khoir.
Linda mengatakan maraknya kasus tersebut karena himpitan ekonomi keluarga tersebut dan juga akibat kurangnya komunikasi diantara keluarga, sehingga kasus serupa kerap terjadi.
"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk pemberantasan anak-anak terlantar," ujarnya .
Antara news
Anak di Lapas
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar akan menindaklanjuti ditemukannya anak di bawah umur 12 tahun yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria di Tangerang, Banten. Patrialis mengunjungi Lapas Anak Pria Tangerang bersama Menteri Pendidikan, Muhammad Nuh dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana Lapas.
Menurut Patrialis, anak di bawah usia 12 tahun harusnya tidak menjadi tahanan atau anak didik di Lapas, namun sebagai anak negara atau dikembalikan kepada orang tuanya.
Patrialis menjelaskan terjadi kesalahan pada prosedur penegakan hukum terhadap anak di bawah usia 12 tahun untuk menjalani tahanan di Lapas. Ia berjanji akan mengembalikan anak di bawah umur menghuni Lapas itu kepada kepada orang tuanya atau dipindahkan ke panti sosial maupun diangkat sebagai anak negara.
"Menkumham akan mengembalikan anak di bawah usia yang sudah menjalani proses hukum," ujar Patrialis.
Ditemukan sedikitnya empat anak berusia kurang dari 12 tahun yang menjadi anak didik di Lapas Anak Pria, yakni Surya, Deden Febriansyah, Yusuf dan Ilham karena terlibat berbagai kasus. Patrialis menyatakan pihaknya tidak ingin menyalahkan lembaga ataupun institusi mana pun terkait dengan persoalan anak di bawah usia 12 tahun yang menghuni lapas tersebut.
"Kami akan evaluasi untuk menegak hukum yang adil," tegasnya mengatakan. Menkumham akan mengirim surat edaran kepada Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM untuk melaporkan apabila ada anak didik di bawah umur menjalani penahanan di lapas.
Antara news
Selasa, 29 Desember 2009
siapa dia
Siapa dia
Usmar Ismail
Bapak Perfilman Indonesia
Usmar Ismail, dikenal sebagai seniman serba bisa yang punya nama besar pada zamannya. Usmar adalah penyair, dramawan, wartawan, sutradara, dan pembuat film terkemuka Indonesia. Bapak perfilman Indonesia ini mewariskan karya-karya dalam bidang seni dan budaya yang masih bisa dinikmati hingga saat ini.
Merantau
Dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat beribadah. Usia tujuh tahun Usmar sudah pandai mengaji. Setamat HIS dan Tawalib di Batusangkar bungsu dari enam bersaudara ini melanjutkan sekolah ke MULO di Padang Panjang. Kemudian Usmar yang pandai menggambar bersama dengan sahabatnya Rosihan Anwar merantau ke Jawa. Di Yogyakarta Usmar melanjutkan ke AMS-A II jurusan Klasik Timur. Masa sekolah Usmar Ismail yang indah di Yogyakarta terganggu oleh masuknya balatentara Dai Nippon ke Indonesia. Dengan Mengantongi ijazah darurat Usmar pergi ke Jakarta dan tinggal dengan kakaknya, Dr. Abu Hanifah. Ia kemudian bekerja di kantor pusat kebudayaan dan aktif mengembangkan bakatnya menulis cerpen, syair, dan naskah drama.
Sandiwara Amatir Maya
Pada tahun 1943, Usmar bersama Rosihan Anwar dan Abu Hanifah mendirikan perkumpulan sandiwara amatir Maya. Diperkumpulan sandiwara itu Usmar yang menikahi Sonia Hermine Sanawi, gadis Betawi dan rekan kerjanya. Apa yang diproduksi Maya boleh dibilang sebagai cikal-bakal teater modern Indonesia. Pada awal revolusi Usmar Ismail memasuki dinas ketentaraan dan aktif di bidang kewartawanan. Bersama dengan Syamsuddin Sutan Makmur dan Rinto Alwi, Usmar dan kawannya mendirikan surat kabar Rakyat. Ketika para pemimpin Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta Usmar ikut serta. Di Yogya ia mendirikan harian Patriot dan majalah kebudayaan Arena. Pada tahun 1947 Usmar yang tetap aktif berkesenian terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia.
Dunia Perfilman
Usmar Ismail memenuhi panggilan hidupnya di dunia perfilman. Minatnya membuat film dengan kemampuan tenaga Indonesia semakin membara. Pada 1950 Usmar dan kawan-kawannya mendirikan Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Usmar memproduksi film pertamanya Darah dan Doa tahun 1950, Enam Djam di Yogya tahun 1950 dan Dosa Tak Berampun tahun 1951. Dengan keterbatasan modal, sumber daya, dan peralatan Usmar bisa membuat film-film yang setara dengan film-film dari luar negeri pada zaman itu. Film pertamanya Darah dan Doa, atau lebih dikenal dengan judul asing The Long March, yang mengisahkan Long March pasukan Siliwangi diberi kesempatan diputar perdana di depan Presiden Soekarno.
Pada tahun 1953 Usmar Ismail mendapat beasiswa dari Rockfeller Foundation untuk mendalami sinematografi di Universitas California Los Angeles, Amerika Serikat. Usmar Ismail juga mempunyai keinginan yang kuat untuk memajukan teater modern di Indonesia. Setelah mendirikan kelompok sandiwara Maya, pada tahun 1955 Usmar mendirikan Akademi Teater Nasioanl Indonesia (ATNI), sebuah cikal-bakal “Teater sekolahan” di Indonesia. Menurut Asrul Sani ini merupakan upaya lain Usmar untuk membuka jalan baru untuk pertumbuhan teater modern di Indonesia.
Dalam dunia perfilman Usmar Ismail telah menghasilkan 25 judul film. Beberapa karyanya mendapat penghargaaan dari pemerintah dan dalam berbagai festival film internasional. Hari pertama syuting film Darah Doa, 30 Maret, dinyatakan sebagai Hari Film Nasional. Bersama dengan tokoh-tokoh perfilman luar negeri Usmar mempelopori terbentuknya Federasi Produser Asia Pasifik. Dalam rangka mempromosikan film dan artis Indonesia.
Penghargaan dari Presiden
Usmar Ismail yang juga dikenal sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama, mendapat penghargaan tertinggi Piagam Widjayakusumah dari Presiden Soekarno. Pengurus PBNU ini lalu memasuki kiprahnya sebagai anggota DPR-Gotong Royong.
Usmar Ismail adalah cermin insan film yang bekerja dengan penuh idealisme sekaligus sejumlah kompromi. Di tengah maraknya kritik dan lesunya film nasional Usmar mengembuskan nafasnya yang terakhir pada 2 Januari 1971 dalam usia 49 tahun karena pendarahan otak. Haji Usmar Ismail Mangkuto Ameh adalah sosok pejuang yang pantas menjadi teladan. Dan nama Bapak Perfilman H. Usmar Ismail dibilangan Kuningan Jakarta Selatan.
cover 2
Cover 2
Anjing dan Burung Gagak
Seekor anjing melihat seekor burung gagak terbang dengan membawa sepotong keju di paruhnya dan hinggap di atas sebuah pohon.
"Itu untukku, guman si Anjing," dan diapun berjalan mendekati batang pohon itu.
"Selamat siang Gagak yang cantik, si Anjing memuji." Betapa cantiknya kamu hari ini, Betapa mengkilapnya bulumu, Sungguh sangat indah sinar matamu, Saya yakin suaramu lebih indah dari burung burung yang lain. Ijinkan saya mendengarkan satu lagu darimu, dan saya akan menyapa kamu dengan sebutan si Ratu Burung."
Burung gagak itupun mulai mengangkat kepalanya dan mencoba bernyanyi sebaik mungkin tetapi ketika dia membuka mulutnya, keju yang ada dimulutnya jatuh ke tanah, dengan seketika si Anjing menangkap keju yang jatuh tersebut.
"Haha, Itulah yang akan saya lakukan, itulah yang saya inginkan, sebagai pertukaran dengan kejumu, Saya akan memberimu nasehat, untuk dimasa yang akan datang, bahwa jangan langsung percaya kepada orang yang memberimu pujian.
cerpen
Cerpen
Roti Risman
Risman setiap istirahat selalu membagikan kue kepada teman-temannya. Yang sering diberikan Risman ialah roti bakar. Setiap kali Risman membuka kotak kuenya, sekitar enam hingga delapan anak mendekatinya. Ada yang memang dipanggil Risman, tetapi ada pula yang cuma ikut-ikutan saja meskipun tidak diajak.
Bimo tidak terbiasa dengan kebiasaan sebagian teman-temannya itu. Nasihat ibunya di rumah, selalu ia ingat dengan baik. Kata ibunya, jangan pernah mengambil yang bukan haknya atau menikmati makanan atau benda yang tidak pernah diberikan si empunya.
Bimo juga sebenarnya kepengin ikut makan roti Risman yang lezat itu. Apalagi setiap melirik teman-temannya yang makan roti itu, air liur Bimo sering keluar masuk tenggorokan.
Bimo bukanlah anak yang suka iri terhadap orang lain, apalagi sekadar roti bakar. Tapi entah kenapa setiap melihat teman-temannya mengerubungi Risman dan meminta sepotong rotinya, Bimo selalu ingin mengambil sepotong makanan enak itu.
Mungkin karena di rumah, Bimo tidak pernah menikmati roti seperti itu. Di rumah ia memang tidak kelaparan karena emak dan bapak selalu punya uang untuk mencukupi kehidupan keluarga mereka. Bimo dan dua adik dan seorang kakaknya, tidak pernah kekurangan meski mereka hidup sangat sederhana. Seingat Bimo, makanan mewah yang pernah ia makan hanya martabak bangka yang pernah dibawa pamannya sewaktu mengunjungi mereka.
Hari ini tugas menggambar harus selesai. Ibu guru Ani masih memberikan kesempatan selama satu jam kepada anak-anak yang belum menyelesaikan tugas menggambarnya. Semua anak sibuk menyelesaikan tugas itu. Risman, Lukman, dan hampir semua siswa mulai mengeluarkan buku gambar dan krayon serta pensil berwarna.
"Aduh, krayonku ketinggalan," seru Risman.
"Kenapa Risman?" tanya Ibu Ani.
"Krayon saya tertinggal di rumah, Bu."
"Siapa yang punya krayon atau pensil berwarna, tolong pinjami Risman," kata Ibu Ani.
Namun, hampir tidak ada yang melihat ke arah Risman. Termasuk teman-teman yang setiap jam istirahat meminta sepotong kuenya Risman.
Risman terlihat tidak tenang. Ia sudah mau menangis. Matanya sudah merah. Ia takut. Ia malu karena khawatir tidak bisa menyelesaikan tugas menggambarnya.
Tiba-tiba....
"Pakai punyaku saja. Aku sudah selesai," kata Bimo.
Bimo bangkit dari tempat duduknya. Dengan membawa krayon yang setiap warna panjangnya tinggal setengah, Bimo menuju bangku Risman.
"Kamu?" tanya Risman.
"Tugasku sudah selesai. Pakai saja krayonku. Enggak apa-apa kok," jawab Bimo.
Bimo kemudian duduk di mejanya. Tugas menggambarnya sudah diserahkan kepada Ibu Ani.
Risman menyelesaikan tugasnya sampai bel tanda pulang sekolah berbunyi.
Risman sengaja menunggu Bimo di muka kelas. Ia akan mengajak Bimo pulang bareng. Ia berniat mengajak Bimo ke rumahnya. Risman terkesan betul dengan Bimo. Bimo yang pemalu, pendiam, dan tidak pernah meminta roti yang dibawanya itu ternyata murah hati. Di saat teman yang lain, yang sering meminta roti kepadanya, tidak ada yang mau meminjamkan alat menggambar, Bimo tampil sebagai dewa penolong.
"Bim, ini krayonmu. Makasih ya. Kalo kamu enggak keberatan, aku pengen ngajak kamu ke rumahku. Mau ya?" pinta Risman.
Bimo mengangguk sambil senyum.
Mereka kemudian naik mobil jemputan milik Risman. Sebuah mobil Kijang yang bagus. Memang tidak baru, tetapi masih bagus. Joknya masih kelihatan baru. Cat mobilnya juga cerah. Dan yang lebih penting AC mobilnya dingin.
"Bim, kenapa sih kamu tidak mau dekat dengan aku," tanya Risman.
"Ah, enggak apa-apa kok. Cuma aku sungkan kalau seperti teman-teman yang lain meminta makanan yang kamu bawa. Lagian kamu juga enggak pernah nawarin aku," kata Bimo.
"Ya deh, aku minta maaf. Kamunya sih yang pemalu. Pendiam. Jadinya bingung gimana cara nawarin makanan yang aku bawa."
Setibanya di rumah, Bimo disambut ibunya Risman. Ibunya Risman baik banget. Apalagi waktu Risman cerita soal kebaikan Bimo.
"Kamu selalu bawa makanan banyak untuk apa?"
"Ya untuk aku dan teman-teman. Daripada jajan di luar, ibu selalu siapkan kue dan roti. Kamu enggak tahu ya, ibuku kan jualan roti dan kue-kue."
Risman kemudian masuk dan kembali ke meja makan dengan membawa sepiring penuh roti bakar.
Setelah dipersilakan, Bimo mengambil sepotong. Ia memasukkan roti ke dalam mulutnya. Hmmm, enak banget. Cokelat dalam roti lumer begitu Bimo menggigitnya. Sedap sekali. Mata Bimo sampai terpejam. Mungkin saking menikmati kelezatan roti buatan ibunya Risman. Risman tertawa terpingkal-pingkal melihat Bimo demikian menghayati setiap suapan roti yang masuk mulutnya.
Puas benar Bimo hari ini. Sudah berbuat baik, kini ia dihadiahi roti yang enak. Plus sekotak penuh roti untuk kakak dan adiknya di rumah pemberian ibunya Risman.
dongeng
DONGENG
RAJA YANG BODOH
Dahulu kala, ada seorang raja yang pesolek dan sangat suka mengenakan baju-baju baru. Dia banyak menghabiskan waktu hanya untuk memandangi dirinya sendiri di cermin, dan selalu ingin mengenakan baju-baju baru di pagi, siang dan malam hari!!
Pada suatu hari, datanglah dua orang penipu yang menyamar sebagai pembuat baju yang hebat. Mereka mengaku bahwa mereka pandai menenun dan membuat baju dengan kualitas yang sangat bagus, sampai-sampai kain yang mereka pakai untuk membuat baju tidak akan terlihat, kecuali oleh orang-orang pintar.
Ketika raja mendengar hal itu, dia sangat tertarik. “Itu bagus, aku bisa tahu siapa saja yang bodoh dan siapa saja yang pintar di kerajaan ini.” Pikirnya. Raja segera memerintah kedua orang itu untuk membuatkan baju baru untuk dirinya, menggunakan bahan kain istimewa itu. Mereka diberi sebuah ruangan khusus di istana, beserta benang-benang emas yang mereka minta. Kedua penipu itu menyembunyikan benang-benang emas yang mereka terima, kemudian berpura-pura sedang bekerja keras untuk membuat sebuah baju.
Beberapa hari kemudian, raja yang tidak sabar mengutus menteri nya untuk menengok baju istimewa yang sedang dibuat itu. Ketika menteri mengunjungi para penipu yang menyamar itu, ia pun kebingungan. “Aku tidak melihat apa pun disini” pikirnya. Akan tetapi menteri itu tidak mau mengakuinya karena tidak ingin dianggap bodoh. Maka ia pun memuji kedua penipu itu dan mengatakan bahwa baju yang mereka buat sangat indah. Setelah menteri keluar dari ruangan itu, kedua penipu tertawa terbahak-bahak.
Tak lama kemudian sang raja datang untuk melihat sendiri. Dia berusaha melihat keseluruh ruangan, tapi ia tidak melihat apa pun. Namun, karena tidak ingin dianggap bodoh, raja pun berpura-pura bisa melihat baju yang istimewa itu dan berkata, “Baju yang sangat indah, aku tidak sabar ingin segera memakainya”
Keesokan harinya adalah hari dimana sang raja akan mengenakan baju barunya pada acara pawai keliling kota. Kedua penipu yang menyamar telah berpamitan dan pergi dengan alasan akan membuatkan baju untuk raja dari kerajaan-kerajaan lain. Tentu saja, mereka tidak lupa membawa benang-benang emas yang telah mereka sembunyikan, beserta uang emas upah membuat baju.
Saat raja memakai baju barunya, ia tetap saja tidak bisa melihat baju itu, dan ia merasa kedinginan. Tapi karena tidak ingin dibilang bodoh, raja pun berputar-putar di depan cermin dan mengagumi baju barunya, walaupun ia tidak melihat apa-apa. Semua pegawai kerajaan juga mengatakan bahwa baju baru itu sangat indah, karena mereka juga tidak ingin dianggap bodoh.
Seluruh rakyat telah mendengat bahwa raja akan mengenakan baju baru sang spesial hari itu. Saat sang raja muncul, semuanya terkejut. Akan tetapi mereka juga telah mendengar kabar bahwa baju baru yang spesial itu hanya dapat dilihat oleh orang yang pintar saja, dan karena mereka tidak ingin dianggap bodoh, mereka pun berseru-seru memuji sang raja.
Mendadak terdengar suara anak kecil berteriak, “tetapi, dia kan tidak pakai baju, sang raja telanjang!” Semua terdiam. Raja pun menyadari bahwa anak kecil itu berkata jujur, dan dengan terburu-buru ia berjalan kembali ke istana.
Senin, 28 Desember 2009
KABAR IDOLA
KABAR IDOLA
PATON
Meraih Mimpi
Setelah menjadi jawara di Idola Cilik 2 namanya mulai dikenal banyak orang. Lahir di Makasar pada tanggal 29 Oktober 1998 merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Patton Otlivio Latupeirissa atau lebih dikenal dengan Patton Idola Cilik sangat menyukai merakit Robot Gundam sebagai pengisi di waktu luang.
Kini Patton mulai berani merambah dunia layar lebar Indonesia, itu dibuktikannya dengan ikut terlibat di film Meraih Mimpi yang merupakan film animasi pertama di Indonesia. Di film ini Patton berduet dengan Gita Gutawa. Di film Meraih Mimpi Patton mengisi suara Rai yang merupakan adalah adik Dana yang suaranya diisi oleh Gita Gutawa.
Ariel
Kesulitan Bermain Film
Kini perhatian kepada ayah satu anak itu tidak hanya di dunia musik, dunia film menarik para penggemarnya melihat akting Ariel. Tidak tanggung-tanggung, dirinya bermain di film Sang Pemimpi, yang merupakan sekuel dari Laskar Pelangi. Ariel mengaku awalnya ragu untuk berakting berperan sebagai Arai. Tapi karena kecintaannya terhadap dunia seni akhirnya ia memutuskan untuk berakting bersama 2 musisi lainnya, Nugie dan Jay Wijayanto.
Di debutnya dalam dunia akting ini, Ariel pun mengaku menemukan kesulitan. Perbedaan dengan karirnya sebagai vokalis ia rasakan. “Ternyata berdialog itu susah, kalau saat syuting video klip cukup menggunakan mimik wajah, tapi di film benar-benar dituntut kenaturalan, dan film itu prosesnya lebih panjang,” ungkapnya.
Slank
Para Slanker Kecewa
Para fans berat Slank (Slanker) pun ikut kecewa. Pasalnya konser Slank dalam rangka ulang tahun group ini dilarang. Kaka menjelaskan, 2 minggu sebelum ulang tahun Slank, Slanker dari beberapa daerah sudah datang ke markas Slank. Perjuangan Slanker ke Potlot tersebut membuat Slanker kecewa karena tidak bisa melihat penampilan grup band idolanya.
Walaupun sudah 8 kali tidak diberikan izin untuk manggung di tahun 2009 ini, Kaka berharap di tahun 2010 nanti Slank tidak lagi dicekal untuk manggung.
Choky Sitohang
Jualan Kue
"Kita ingin memperkenalkan atau mengedukasi masyarakat Indonesia akan makanan yang sehat, jadi kita nggak terlalu mikir masalah untung dulu," ungkap Choky ketika ditemui saat pembukaan toko kuenya, Hoshi Breat, di Central Park, Jakarta Barat.
Baginya bisnis ini merupakan sebuah pengabdian, setelah sekian waktu dirinya mempelajari ilmu memasak khususnya roti, yang menggunakan bahan alami tanpa bahan berbahaya untuk dikonsumsi.
percikan
Percikan
KAMAR ANISA
“Biar nggak capek, apa dulu ya yang harus kulakukan?” pikir Anisa. Anisa mengamati buku-bukunya. Hm, mungkin dari buku dulu.
“Aduh, kalau dari buku dulu pasti nanti langsung capek. Bukunya banyak.” kata Anisa dalam hati.
“Dari mainan dulu saja, ya,” Anisa memutuskan. Pintu diketuk lalu Mama masuk. Mata Mama melotot melihat Anisa belum mulai membereskan kamarnya.
“Sudah satu jam kamu di kamar, mama kira kamu lagi beres-beres kamar,” seru Mama menggelengkan kepalanya.
Anisa diancam mama, dia akan dipindah ke kamar dekat gudang jika kamarnya selalu berantakan. Tapi melihat buku yang berantakan di meja dan karpet, mainan yang bergeletakan sampai ke kolong tempat tidur, ditambah beberapa baju yang menggantung sembarangan, Anisa merasa berat untuk mulai bekerja. Ia keburu capek duluan.
“Hm, Mama juga mau menyampaikan pesan dari Johan di telepon tadi. Katanya Johan dan teman-temanmu mau main ke sini sejam lagi,” kata Mama.
“Haha? Kok mendadak?” keluh Anisa.
“Ya, namanya hari libur. Makanya jangan biarkan kamar kamu acak-acakan. Kan malu kalau sampai ada teman kamu yang lihat,” tegur Mama.
“Hm, bisa nggak ya dibatalin?” tanya Anisa.
“Jangan. Lagian mama lagi bikin puding.”
Mama kemudian pergi. Dia langsung mengerjakan tugasnya. Mulai dari buku, mainan sampai pakaian. Semua dikerjakan dengan cepat. Ternyata tidak sampai satu jam. Tepat pukul sebelas, Irfan dan rombongan datang.
“Kamu ngundang kita makan-makan puding kok mendadak?” tanya Alika.
“Jadi ....”
“Iya. Mama kamu yang bilang di telepon sejam lalu. Katanya minta aku dan teman-teman main ke sini pukul sebelas. Katanya, kamu mau ngajak makan puding,” tambah Irfan.
Anisa ingin protes pada Mama. Tapi ... sebelum sempat protes Mama sudah mengerlingkan matanya.
“Kalau tidak begini, sampai lebaran pun kamu tidak akan membereskan kamarmu,” kata mama.
SENI BUDAYA
Seni Budaya
REYOG PONOROGO
NYARIS DIAKUI MILIK MALAYSIA
Melihat gerak yang ditampilkan para pelaku jenis kesenian khas Ponorogo, Jawa Timur, Reyog Ponorogo, terlintas kesan mistis di dalamnya. Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, aneh, eksotis sekaligus membangkitkan gairah. Biasanya satu group Reyog terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlahnya berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran sentral berada pada tangan warok dan pembarongnya.
Seorang pembarong, harus memiliki kekuatan ekstra. Dia harus mempunyai kekuatan rahang yang baik, untuk menahan dengan gigitannya beban darak merak yakni sebentuk kepala harimau dihiasi ratusan helai bulu-bulu burung merak setinggi dua meter yang beratnya bisa mencapai 40-an kilogram selama masa pertunjukan.
Sekali lagi kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra ini. Semisal, dengan cara memakai susuk, di leher pembarong. Untuk menjadi pembarong tidak cukup hanya dengan tubuh yang kuat. Seorang pembarong pun harus dilengkapi dengan sesuatu yang disebut kalangan pembarong dengan wahyu. Wahyu inilah yang diyakini para pembarong sebagai sesuatu yang amat penting dalam hidup mereka. Bila tak diberkati wahyu, tarian yang diperagakan seorang pembarong akan tampak tidak enak dan tidak pas untuk ditonton.
Pada acara Grebeg Suro yang acara puncaknya bertepatan dengan tanggal 1 Muharam (Tahun baru hijriah), di kota Ponorogo selalu diadakan festival Reyog Tingkat Nasional. Kewajiban kita dan pemerintah untuk melestarikan kesenian reyog , karena kesenian reyog nyaris diakui sebagai kesenian milik Malaysia.
digi
MUDAHNYA MEMBUAT FILM…
Bikin film sekarang memang gampang. Ada video camera,ada video kasetnya,
maka siaplah kita ke lapangan untuk bikin film. Setidaknya ada tiga
format video rumahan (home video) yang sebelum ini sangat populer
tersedia dipasaran :
Pertama VHS (Video Home System) yang dikembangkan oleh perusahaan JVC
di Jepang . Format ini sangat popular digunakan di negara-negara
Eropa.
Format VHS kemudian disempurnakan dengan memunculkan SVHS (Super VHS)
yang kualitas gambarnya lebih baik daripada VHS, sehingga banyak
digunakan oleh kalangan semiprofessional untuk liputan dokumentasi
seperti: pernikahan, product launching, seminar dll.
Kedua Betamax, format ini dikembangkan oleh perusahaan Jepang yang
lain, yaitu SONY. Format ini lebih popular digunakan di Amerika
Serikat (USA)
Ketiga Video 2000. Merupakan pesaing Betamax untuk pasar Amerika.
Setelah itu muncul video kamera yang dikenal dengan sebutan handycam
dengan format kamera maupun video kaset berukuran kecil (sebesar kaset
audio), yang dikenal dengan format V 8
Format Baru
Setelah itu,sejak tahun 1995 dunia mulai diperkenalkan dengan
format-format baru video dengan teknologi digital seperti DV (Digital
Video), miniDV, DVCAM dan DVCPRO
Video kamera berteknologi digital ini menggunakan chip elektronik
untuk menangkap cahaya yang disebut CCD (Charge Couple Device). CCD
bertugas menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal digital yang
selanjutnya diteruskan ke dalam pita kaset berbentuk sinyal video.
Di samping video rumahan, terdapat format video professional untuk
keperluan TV station. Pada era tahun 1980-an SONY memperkenalkan
format U-matic yang terdiri dari dua kualitas,yaitu Low band & Hi
band, kemudian format ini pada tahun 90-an digusur oleh format Betacam
SP yang berkualitas lebih baik lagi.Hingga akhirnya dikeluarkan format
Digital Betacam yang sampai sekarang digunakan oleh stasiun TV dalam
produksi tayangan mereka.
Di antara format rumahan dan format professional terdapat format
"semi" professional, yaitu format DV / miniDV / DVCAM /DVCPRO .
Format VHS & Betamax perlahan-lahan sudah menghilang dari pasaran,
digantikan oleh format digital DV dalam bentuk kaset kecil miniDV.
Oleh karena itu jika ingin membuat film video yang cukup baik,
gunakanlah setidaknya format DV /miniDV.
Belakangan ini telah muncul format video yang memiliki kualitas gambar
sangat bagus, yaitu HDTV (Hi Devinition Television).Format ini akan
dikembangkan menjadi format pertelevisian dunia, namun sampai sekarang
masih sangat jarang TV station yang mengggunakannya.
Pita Film Celluloid
Di samping format video,tentu saja ada format film lain yang kita
kenal sebagai media perekam gambar, yaitu pita film celluloid.
Jenis format ini biasa digunakan dalam pembuatan film layar lebar.
Format tersebut tersedia dalam ukuran lebar film negatif 8 mm,16 mm.
35 mm,65 mm sampai dengan 70 mm(untuk teater IMAX)
Namun proses yang harus dilalui dalam pengolahan maupun pengambilan
gambar jauh lebih rumit,lama dan mahal, dibanding dengan format video,
yang langsung dapat diketahui hasilnya seketika.
Format film celluloid juga tidak bisa merekam suara(audio). Sehingga
untuk merekam suara / dialog / audio harus menggunakan peralatan lain
seperti DAT (Digital Audio Tape) yang direkam bersamaan ketika
pengambilan gambar(shooting)
Untuk dapat mengetahui hasil pengambilan gambar dengan pita film
celluloid, harus dilakukan proses negative development dari exposed
film (film yang telah digunakan dalam pengambilan gambar) dalam
laboratorium pengolah citra , yang menghasilkan film positif sebagai
bahan rush copy agar dapat ditonton melalui proyektor. Dengan mesin
telecine, setelah melalui proses negative development, hasil film
exposed nya juga dapat ditransfer ke dalam pita video, lalu di
playback dengan video player sesuai format. Jelas bahwa proses
menggunakan film celluloid lebih lama dari pada pembuatan film
menggunakan video. Tapi kelebihan pengambilan gambar menggunakan film
celluloid menghasilkan gambar dengan tata warna yang lebih natural.
Keping Cakram
Selain dalam bentuk pita, baik video maupun film, kini juga terdapat
media rekam lain yaitu cakram (CD) ataupun keping memory .
Setelah mengetahui format-format media rekam gambar, baik video maupun
film celluloid,maka kita sudah bisa menentukan akan menggunakan yang
mana.
Media Cakram hanya dapat digunakan untuk sekali merekam, sedang keping
memory mempunyai banyak format lagi seperti memory stick untuk produk
SONY dan SD card untuk merek-merek lain di luar Sony. Namun sampai
kini orang masih jarang menggunakan media cakram CD ataupun keeping
memory untuk pengambilan gambar yang professional, karena kualitas
gambarnya masih kurang baik, disebabkan media tersebut dalam proses
perekaman melakukan pengkompresian yang cukup besar. Namun agaknya
dimasa yang akan datang, jenis media ini akan sangat dikembangkan
karena ukurannya yang sangat kecil dan bentuknya yang sangat simple,
membuat kemudahan pembawaan dan penyimpanannya.








































