MUDAHNYA MEMBUAT FILM…
Bikin film sekarang memang gampang. Ada video camera,ada video kasetnya,
maka siaplah kita ke lapangan untuk bikin film. Setidaknya ada tiga
format video rumahan (home video) yang sebelum ini sangat populer
tersedia dipasaran :
Pertama VHS (Video Home System) yang dikembangkan oleh perusahaan JVC
di Jepang . Format ini sangat popular digunakan di negara-negara
Eropa.
Format VHS kemudian disempurnakan dengan memunculkan SVHS (Super VHS)
yang kualitas gambarnya lebih baik daripada VHS, sehingga banyak
digunakan oleh kalangan semiprofessional untuk liputan dokumentasi
seperti: pernikahan, product launching, seminar dll.
Kedua Betamax, format ini dikembangkan oleh perusahaan Jepang yang
lain, yaitu SONY. Format ini lebih popular digunakan di Amerika
Serikat (USA)
Ketiga Video 2000. Merupakan pesaing Betamax untuk pasar Amerika.
Setelah itu muncul video kamera yang dikenal dengan sebutan handycam
dengan format kamera maupun video kaset berukuran kecil (sebesar kaset
audio), yang dikenal dengan format V 8
Format Baru
Setelah itu,sejak tahun 1995 dunia mulai diperkenalkan dengan
format-format baru video dengan teknologi digital seperti DV (Digital
Video), miniDV, DVCAM dan DVCPRO
Video kamera berteknologi digital ini menggunakan chip elektronik
untuk menangkap cahaya yang disebut CCD (Charge Couple Device). CCD
bertugas menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal digital yang
selanjutnya diteruskan ke dalam pita kaset berbentuk sinyal video.
Di samping video rumahan, terdapat format video professional untuk
keperluan TV station. Pada era tahun 1980-an SONY memperkenalkan
format U-matic yang terdiri dari dua kualitas,yaitu Low band & Hi
band, kemudian format ini pada tahun 90-an digusur oleh format Betacam
SP yang berkualitas lebih baik lagi.Hingga akhirnya dikeluarkan format
Digital Betacam yang sampai sekarang digunakan oleh stasiun TV dalam
produksi tayangan mereka.
Di antara format rumahan dan format professional terdapat format
"semi" professional, yaitu format DV / miniDV / DVCAM /DVCPRO .
Format VHS & Betamax perlahan-lahan sudah menghilang dari pasaran,
digantikan oleh format digital DV dalam bentuk kaset kecil miniDV.
Oleh karena itu jika ingin membuat film video yang cukup baik,
gunakanlah setidaknya format DV /miniDV.
Belakangan ini telah muncul format video yang memiliki kualitas gambar
sangat bagus, yaitu HDTV (Hi Devinition Television).Format ini akan
dikembangkan menjadi format pertelevisian dunia, namun sampai sekarang
masih sangat jarang TV station yang mengggunakannya.
Pita Film Celluloid
Di samping format video,tentu saja ada format film lain yang kita
kenal sebagai media perekam gambar, yaitu pita film celluloid.
Jenis format ini biasa digunakan dalam pembuatan film layar lebar.
Format tersebut tersedia dalam ukuran lebar film negatif 8 mm,16 mm.
35 mm,65 mm sampai dengan 70 mm(untuk teater IMAX)
Namun proses yang harus dilalui dalam pengolahan maupun pengambilan
gambar jauh lebih rumit,lama dan mahal, dibanding dengan format video,
yang langsung dapat diketahui hasilnya seketika.
Format film celluloid juga tidak bisa merekam suara(audio). Sehingga
untuk merekam suara / dialog / audio harus menggunakan peralatan lain
seperti DAT (Digital Audio Tape) yang direkam bersamaan ketika
pengambilan gambar(shooting)
Untuk dapat mengetahui hasil pengambilan gambar dengan pita film
celluloid, harus dilakukan proses negative development dari exposed
film (film yang telah digunakan dalam pengambilan gambar) dalam
laboratorium pengolah citra , yang menghasilkan film positif sebagai
bahan rush copy agar dapat ditonton melalui proyektor. Dengan mesin
telecine, setelah melalui proses negative development, hasil film
exposed nya juga dapat ditransfer ke dalam pita video, lalu di
playback dengan video player sesuai format. Jelas bahwa proses
menggunakan film celluloid lebih lama dari pada pembuatan film
menggunakan video. Tapi kelebihan pengambilan gambar menggunakan film
celluloid menghasilkan gambar dengan tata warna yang lebih natural.
Keping Cakram
Selain dalam bentuk pita, baik video maupun film, kini juga terdapat
media rekam lain yaitu cakram (CD) ataupun keping memory .
Setelah mengetahui format-format media rekam gambar, baik video maupun
film celluloid,maka kita sudah bisa menentukan akan menggunakan yang
mana.
Media Cakram hanya dapat digunakan untuk sekali merekam, sedang keping
memory mempunyai banyak format lagi seperti memory stick untuk produk
SONY dan SD card untuk merek-merek lain di luar Sony. Namun sampai
kini orang masih jarang menggunakan media cakram CD ataupun keeping
memory untuk pengambilan gambar yang professional, karena kualitas
gambarnya masih kurang baik, disebabkan media tersebut dalam proses
perekaman melakukan pengkompresian yang cukup besar. Namun agaknya
dimasa yang akan datang, jenis media ini akan sangat dikembangkan
karena ukurannya yang sangat kecil dan bentuknya yang sangat simple,
membuat kemudahan pembawaan dan penyimpanannya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar